Innocreativation: Ajang gali informasi dan mengenal teknologi

0
11
Ibu Risma tengah memberi sambutan di Innocreativation 2018

IBU Tri Rismaharini, Ibunya warga Surabaya, tentu sangat berbahagia. Pasalnya, acara yang diidamkannya selama ini telah sukses diselenggarakan. Acaradengan tajuk “Innocreativation 2018” diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya bekerjasama dengandetik.comberhasil dilaksanakan. Acara yang dominan dihadiri oleh pemuda khususnya dari kalangan mahasiswa ini berhasil menjadi salah satu event terbesar di surabaya tahun ini. Acara ini dimulai pukul 09.30 WIB dan dibuka dengan sapaan hangat dari Ibu Risma sebagai Walikota Surabaya.Menurut Ibu Risma, acara ini diselenggarakan dengan tujuan agar warga Surabaya turut andil dalam perkembangan bisnis dan mengenal teknologi baru sebagai media yang sangat diandalkan di era globalisasi ini. Dari acara ini juga, diharapkan mampu membuka wawasan dan motivasi serta mengambil pelajaran dari para narasumber yang hadir. Ibu Risma juga berterima kasih kepada Bapak Chairul Tanjung, teman-teman kru detikcom, serta para hadirin.

Setelah sambutan dari Ibu Risma, pembawa acara pun mempersilahkan Bapak Chairul Tanjung atau yang kerap disapa Pak CT untuk memasuki panggung. Inilah perbedaan Innocreativation dengan talkshow atau seminar yang lain. Orang-orang hebat yang telah sukses berkiprah di bidangnya, pada acara ini beliau-beliau bukan sebagai pembicara atau narasumber melainkan sebagai moderator. Sesi pertama pun dimulai dengan talkshow yang dipandu oleh Pak CT. Beliau pun memanggil narasumber yang akan beliau wawancarai yaitu Ahmad Zaky selaku Founder dan CEO Bukalapak, Dian Sastro selaku artis dan wirausahawati, Kelvin Aluwi selaku Founder dan CEO GO-JEK, hadir juga bapak Randi Yusuf sebagai CEO Google Indonesia. “Apa yang menjadi kemauan untuk bikin start-up?”, begitulah pertanyaan Pak CT kepada Kak Zaky. Kak Zaky menjawab bahwa landasan ia membuat start-up yaitu ia berpikir tentang apa yang kira-kira skill beliau dapat digunakan oleh orang lain. Akhirnya beliau mencoba berkiprah di dunia bisnis, dari menjual Mie di kampusnya, ITB, hingga mencoba untuk membuat aplikasi yang mempermudah orang lain seperti Bukalapak. Awalnya, Kak Zaky tidak mengira bahwa akan bisa berkembang secepat ini. Namun, rupanya masyarakat Indonesia antusias dengan sistem diaplikasinya maka seiring bertambahnya waktu, juga bertambahlah pengguna aplikasi tersebut.

Pertanyaan berlajut pada Kak Dian Satro. “Mengapa ingin jadi entrepreneur? Padahal sudah berkarir dengan enak kok malah mau mencoba yang baru?”, tanya Pak CT sebagai moderator. Rupanya, ada kisah panjang dalam perjalanan Dian Sastro. Ia bercerita bahwa ia sudah terbiasa jatuh bangun akan gagalnya karier yang ia jalani. Ia juga bercerita bahwa dirinya pernah menjadi brand ambassador dari sebuah bank BUMN dalam program wirausahawan. Ia pun diajak berkeliling 27 kota dari 27 provinsi serta ikut menjadi speaker. Akan tetapi dirinya berpikir bahwa akan terasa hambar apabila ia tahu ceritanya namun tidak pernah ia alami. Akhirnya berangkat dari situlah maka ia membuka start-up saat ini. Bisnisnya merambah mulai dari fotografi, kuliner, dan lain-lain. Disambung dengan narasumber selanjutnya yaitu Kak Kelvin Aluwi sebagai Founder GO-JEK. Kak Kelvin juga mengalami hal yang serupa dalam jatuh bangun dalam kariernya. Sebelum memiliki GO-JEK, ia menjadi Profesional di suatu perusahaan E-commerce. Ia menyampaikan, bahwa ide bisnisnya itu bermulai saat ia berangkat dan pulang kantor selalu naik ojek. Karena selalu naik ojek, maka ia kerap berinteraksi dengan para tukang ojek tentang keluh kesahnya menjadi tukang ojek seperti pandangan orang pada tukang ojek selama ini. Persepsi masyarakat yaitu tukang ojek selalu asal nebak-nebak harga, tidak bisa dipercaya, dan lain-lain. Berangkat dari situlah maka Kak Kelvin membuat solusi melalui GO-JEK tersebut.

Narasumber selanjutnya pada sesi ini yaitu Bapak Randi Yusuf sebagai CEO Google Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa untuk menjadi seorang CEO harus dibutuhkan visi yang jelas, value atau kelebihan pribadi, dan tallentsebagai pemimpin. Setelah sesi talkshow ini berakhir maka Pak CT sebagai moderator memberikan kesimpulan yang bijak dan memotivasi. “Entrepreneuradalah orang yang bisa membaca kesempatan dan mengambil kesempatan itu. Apabila tidak ada kesempatan atau opportunitymaka cipatakan yang baru”. Beliau pun meminta kesimpulan dari narasumbernya. “Orang-orang ini pasti pernah gagal. Kegagalan apa yang pernah dialami?”, terangnya. Jawaban dari Founder Bukalapak, Kak Zaky, yaitu “Saya ingin gagal lagi! Karena gagal adalah alat yang sangat tajam dan benar-benar membekas di pikiran. Gagal sama dengan belajar”.

Sesi talkshow yang dipimpin oleh Pak CT pun berakhir dan kemudian dilanjutkan oleh Benny Ho, Senior Profesional dari Tencent International Business. Tencent adalah  perusahaan dari Tiongkok yang berbasis teknologi. Produk dari perusahaan ini adalah aplikasi media sosial dan untuk berkomunikasi seperti WeChat hingga untuk hiburan seperti JOOX. Ia Memperkenalkan bahwa Tiongkok menempati pengguna aplikasi dari Tencent terbanyak di dunia. Namun, aplikasi-aplikasi buatan Tencent rupanya menjadi sumber inspirasi bagi US Amerika Serikat untuk membuat aplikasi. Ia pun membagikan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-4 dengan peringkat-1 yaitu Tiongkok dalam rank penikmat JOOX terbanyak. Setelah sesi ini, maka peserta diperilahkan untuk Ishoma.

Setelah ishoma, pada pukul 13.00 dilanjut dengan penampilan dari NEV+Bams menyanyikan lagu Nidji dan Samsons. Setelah sesi ini, dilanjut dengan materi dari Bapak Anish Malhotra dari Sourh East Asia Head of Customer Engineering at Google. Beliau menjelaskan tentang Google Cloud dan juga inovasi terbaru saat ini yaitu Machine Learning. Inovasi ini dinilai akan lebih menguntungkan dibanding keadaan sebelumnya. Contonya, saat kita menerjemahkan kata dari google terjemahan, maka data yang keluar tidak hanya arti dari kalimat tersebut, namun makna yang dimaksud juga akan ditampilkan dibawah artiannya. Benar-benar memfasilitasi ya!

Sesi berikutnya yaitu diisi dengan materi oleh Kak Giring Ganesha, Founder Kincir.com. Ia menunjukkan bahwa pengguna Mobile Legend di Indonesia mencapai 42.000.000. Mulanya, situs yang ia buat menyediakan referensi tentang video game, film, dan berita tentang game online. Namun, yang bertahan hanyalah berita seputar game dan film. Akhirnya ia memutuskan untuk fokus di dua bidang itu dan saat ini telah mendirikan channel youtube untuk kincir.com dan juga IESPL (Indonesia E-Sport Premiere League).

Sesi yang terakhir adalah talkshow yang dipimpin oleh Ibu Risma dengan narasumber Ernest Prakarsa dan Pandji Pragiwaksono sebagai komedian dan juga Film Director. Di sesi inilah yang ditunggu-tunggu oleh peserta karena Bu Risma akan mewawancarai kedua stand-up comedian ini. Ditengah perbincangan tak henti-hentinya Pandji atau Ernest membuat komedi hingga membuat Ibu Risma tak kuat menahan tawa. Pada saat sesi tersebut, salah satu pertanyaan dari Ibu Risma yaitu “dari mana belajar dan inspirasi pembuatan komedi atau film itu karena teman-teman disini juga banyak yang berbakat tetapi belum ada yang memulai?”. Ernest menjawab “saya belajar dari youtube. Sebenarnya yang membuat saya tidak berkembang adalah karena takut. Dari kecil saya sudah dengar komedia seperti Srimulat jadi suka saja”. Di sesi ini Pandji juga mengatakan “Kendala terbesar adalah saat menurut saya lucu tetapi orang lain enggak. Itu adalah kendala terbesar dari seorang komedian. Makanya kita harus tau siapa dulu target kita”.

Jadi kesimpulannya, jangan takut untuk mencoba. Saat kita melihat kesempatan, maka ambillah. Apabila tidak ada kesmepatan, maka ciptakanlah kesempatan itu. Tentang investor atau partnership jangan risau. Ingat pepatah: ada gula ada semut. Buat produk yang bagus dahulu, maka pasti ada banyak investor yang datang.