Mukernas PPMI Nasional di Makassar 2015

Proposal kegiatan Mukernas PPMI ke X bisa diunduh. Kegiatan Mukernas akan berlangsung di Makasaar pada tanggal 28 September – 2 Oktober 2015. Lokasi kegiatan akan berlangsung di Baruga Somba Upo terletak di kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Mukernas esok akan mengambil konsep dan filosofi “Kapal Pinisi”, dalam filosfinya tertuang nilai “Kerjasama dan Kehidupan”. Karena kami sadar PPMI saat ini membutuhkan kerjasama yang baik dan solid, selain itu dalam berkehidupan kita tidak bisa lepas dari cengkaraman bahwa kita adalah sebuah keluarga yang besar di PPMI. Baik tidaknya kehidupan yang akan kita lalui, kita sendiri yang akan menentukan.

Nilai kerjasama dalam perwujudan kapal Pinisi juga tercermin dalam hubungan antara punggawa (kepala tukang atau tukang ahli), para sawi (tukang-tukang lainnya). Mereka bahu- mebahu membangun sebuah kapal Pinisi, tanpa kerjasama yang baik, Pinisi tidak dapat terwujud dengan sempurna, bahkan bisa saja Pinisi tidak ada akan terbentuk, yang pada akhirnya untuk berlayarpun tidak mampu.

Ada hal tidak bisa kita lupakan dari arti hidup kapal Pinisi, dalam berkehidupan kita akan terus bersama, kita akan terus berjuang dan kita akan terus berlayar untuk mengarungi samudra.

Kekuatan Kapal Pinisi akan membawa dan mengajak kita berlayar dari satu pulau ke pulau yang lain, dengan tidak mengenal lelah dan lesu sampai pada akhirnya kita akan mendarat di sebuah tempat yang layak untuk kita huni besama.

untuk itu, kami sangat mengharapkan kehadiran kawan- kawan. Jika ada hal yang kurang jelas bisa menghubungi ketua Panitia Nurul Amalia : (085242624077) atau Vhito Sekjen PPMI DK Makasar (085255769004)

Unduh Proposal Mukernas PPMI ke X

Talkshow Kepenulisan “Tajamkan Indera, Bicara dengan Karya “

Lembaga Pers Mahasiswa Solidaritas mempersembahkan Talkshow Kepenulisan bersama:

Dahlan Iskan (CEO PT. Jawa Pos 1988-2005) *sedang dalam konfirmasi dan Dee Lestari (Penulis Novel best seller Filosofi Kopi, Supernova, Madre, Rectoverso, Perahu Kertas)

Tema: Tajamkan Indera, Bicara dengan Karya

Harga Tiket Masuk:

Pre-sale  1  19 Sept – 9 oKt UINSA 30K | UMUM 35K
Pre-sale  2  10 OKT – 19 oKt UINSA 35K | UMUM 40K
OTS (ON THE SPOT) 50K

Waktu: Kamis, 20 Oktober 2016 | Regristration 08.00 WIB

Tempat: Gedung Sport Centre and Multipurpose UIN Sunan Ampel Surabaya

Pendaftaran: Kunjungi Stand Pendaftaran di Blok M UINSA dan hubungi Contact Person 0857 3567 6585 (IIF)

Ayo hadir!!! Pesan tiket secepatnya!!!

Lomba Esai Nasional LPM Solidaritas

LPM Solidaritas UIN Sunan Ampel Surabaya Present : LOMBA ESAI NASIONAL  Tema : “Peran Pemuda Mewujudkan Indonesia Yang Kompetitif dalam Menghadapi ASEAN Community”

  • Sub Tema Esai :
  • Peran pemuda dalam bidang Politik dan Keamanan
  • Peran pemuda dalam bidang Ekonomi
  • Peran pemuda dalam bidang Sosial dan Budaya
  • Peran pemuda dalam menyuarakan ASEAN Community
  • Ketentuan Umum :
  1. Peserta adalah Mahasiswa aktif (S1/D3) PTN dan PTS di seluruh Indonesia (Dibuktikan dengan scan KTM).
  2. Peserta adalah individu/perseorangan.
  3. Peserta hanya dapat mengirimkan 1 naskah esai sesuai dengan sub tema yang dipilih.
  4. Naskah belum pernah dilombakan dan dipublikasi di media apapun.
  5. Mengisi formulir pendaftaran. Silahkan unduh http://goo.gl/UxQHo3
  6. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan/saduran.
  7. Esai tidak bertentangan dengan SARA, dan tidak mengandung unsur pornografi.
  8. Peserta dikenai biaya sebesar Rp. 30.000, transfer ke no. rekening 4817-01-006798-53-7 (an. Aprilia Dirgantini) Bank  BRI.
  9. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

 

  • Ketentuan Penulisan :
  • Naskah Esai berjumlah 800 – 1500 kata.
  • Naskah diketik dengan kertas A4, spasi 1,5, font Times New Roman, ukuran 12, margin 3 cm (kanan, kiri, atas, bawah).
  • Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah EYD.
  • Peserta mengirimkan scan KTM aktif, soft copy esai dan scan bukti pembayaran, serta

formulir pendaftaran ke email : lpmsolidaritas4@gmail.com dengan subjek : Lomba Esai_Nama Lengkap_ Universitas _ Judul Esai. Peserta yang sudah mengirim esai harap konfirmasi ke no. 083851315654. Dengan format (Sol Event_Nama Lengkap_Universitas).  

  1. Timeline
  • Pendaftaran dan Pengiriman Esai : 16 Oktober – 16 November 2015
  • Penilaian : 16 November – 21 November 2015
  • Pengumuman Pemenang : 22 November 2015

 

  1. Hadiah
  • Juara 1 : Rp. 1.000.000 + trophy + Sertifikat penghargaan + tiket seminar
  • Juara 2 : Rp. 750.000 + trophy + sertifikat penghargaan + tiket seminar
  • Juara 3 : Rp. 500.000 + trophy + sertifikat penghargaan + tiket seminar

–      Untuk 20 esai terbaik akan dibukukan dan mendapat tiket *semua peserta mendapatkan sertifikat (softcopy) *seminar kepenulisan diadakan tanggal 25 November 2015   CP :        083851315654 (Iva) | 087850099491 (Mizan) Facebook : Lpm Solidaritas Website : http://solidaritas-uinsa.org/ Twitter : @LPMSolidaritas  

Talkshow dan Kompetisi Fotografi Nasional “Indonesiakah Aku?”

Kamu orang Indonesia? Seberapa Indonesiakah kamu? Asah jiwa nasionalismemu di acara HUT GENTA Ke-52 “Indonesiakah Aku?”, 3-5 Maret 2016, yang diselenggarakan oleh Pers Mahasiswa Universitas Kristen Petra Surabaya. Adapun serangkaian acara menarik mulai dari talkshow nasional dengan pembicara yang ahli di bidangnya, bincang-bincang Pers Mahasiswa Nasional, kompetisi fotografi, dan pameran karya Pers Mahasiswa Nasional. Informasi lebih lanjut http://indonesiakahaku.petra.ac.id atau kunjungi booth pendaftaran di selasar B UK. Petra.
CP :
Eunike – 081803112603
Angela – 081357782403
Jasmine – 081283604170
Regards,
LEMBAGA PERS MAHASISWA GENTA
Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121-131
Surabaya 60236, Gedung S
T.ext 3917

Mukernas PPMI 2017 di Bali

Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo (T.A.S) adalah seorang tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional Indonesia. Tirto juga dikenal sebagai perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional Indonesia. Bahkan, Tirto menjadi orang pertama di Indonesia yang menggunakan surat kabar sebagai alat propaganda dan pembentuk pendapat umum. Menjadi orang pertama yang menggunakan pers sebagai senjata pembela keadilan dan alat perjuangan inilah yang akhirnya membuatnya mendapat gelar Bapak Pers Nasional.

Berkaca dari perjuangan tersebut, semua lapisan yang bergerak pada dunia pers seharusnya sadar, bahwasannya mereka terjun dalam sebuah pekerjaan menjunjung prinsip kebenaran ini. Ini pun menjadi sebuah “peluru-peluru” yang mampu membawa perubahan. Peluru-peluru tersebut berbahan sebuah wacana, fakta, inspirasi, kritik, yang mereka suguhkan dalam sebuah tulisan jurnalistik.

Peran pers saat ini pun digunakan sebagai alat propaganda untuk merubah sudut pandang pembacanya. Pembaca atau penikmat media dapat diarahkan kemanapun untuk melihat sebuah objek atau peristiwa. Dari sinilah, dapat dilihat bagaimana media sebenarnya berperan dalam menggerakan kemudi perubahan.

Pers saat ini tentu tidaklah seberat pekerja pers pada zaman pra-kemerdekaan. Pers saat ini lebih mudah (secara kerja jurnalistik) karena kran demokrasi dibuka selebar-lebarnya. Pada masa reformasi ini, dengan keluarnya UU no.40 Thn 1999 tentang pers, maka pers nasional melaksanakan peranan sebagai berikut:

1. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui dan mendapatkan informasi
2. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya suatu supremasi hukum dan HAM, serta menghormati kebhinekaan.
3. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar.
4. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
5. Memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Secara umum, pers harus mampu memeperjuangkan objektivitas, menjadi alat pendidikan, alat penyalur aspirasi, sebagai lembaga pengawasan dan juga sebagai upaya untuk penggalangan opini umum. Dengan demikian, pers dapat berfungsi sebagai alat perjuangan bangsa.

Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) yang berdiri sejak tanggal 15 Oktober 1992 di Malang, Jawa Timur menjadi wadah persma yang ada di Indonesia. Semenjak tahun 1992 sampai 2016, tiap-tiap kota bergiliran menjadi tempat/tuan rumah acara PPMI. Yogyakarta menjadi tempat diselenggarakannya Kongres XII PPMI menghasilkan Sekretaris Jendral Nasional baru sekaligus memberikan rekomendasi PPMI Bali sebagai tuan rumah Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) PPMI.

Sebelumnya, Bali juga pernah menjadi tuan rumah Dies Natalis XX PPMI Nasional pada tahun 2013 lalu. Suatu kebanggaan PPMI Bali kembali dapat menjadi tempat pembahasan PPMI untuk menentukan langkah-langkah strategis PPMI selanjutnya. Tempat berkumpulnya seluruh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dari seluruh Indonesia guna membahas isu bersama baik isu daerah ke pusat maupun pusat ke daerah dengan mengambil peran bersama sebagai bentuk komitmen.

Dalam Mukernas PPMI ke XI yang diselenggarakan di Kampus Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Jalan Ratna nomor 51, Denpasar, Bali akan diawali dengan bincang-bincang bersama dengan mengambil pokok pembahasan mengenai masa depan Pers Mahasiswa (Persma) dan media umum dalam menghadapi dunia global. Acara ini pun dikemas dengan model talk show agar terkesan lebih santai.

Adapun para pembicara yang diundang, diantaranya dari pihak Kementrian Komunikasi dan Informasi RI, Dewan Pers dan salah satu komunitas yang menggunakan media sebagai alat perjuangan di Bali. Para pembicara ini akan diarahkan oleh moderator untuk membahas persoalan yang kerap dihadapi oleh para awak media. Nantinya, para pembicara diharapkan mampu memberikan solusi konkrit untuk dunia pers ke depan, khususnya terkait masa depan persma.

Unduh undangan dan proposal kegiatan Mukernas XI PPMI 2017 lewat tautan berikut: bit.ly/MukernasPPMI2017

Salam pers mahasiswa!

Salam juang!

Intermediate Training LPM Al-Mizan STAIN Pekalongan

INTERMEDIATE TRAINING
Tema : “Kawal Perubahan, Beritakan Kebenaran”
 
Materi:
1. “Karya Tulis Ilmiah” oleh : Muhandis Azzuhri (Dosen STAIN Pekalongan
2. “Indepth News” oleh : Agung Sedayu (Ketua Presedium FAA PPMI)
3. “Media Online” oleh : Rahmat Petuguran (Mudaindonesia.com
 
Pelaksanaan:
Hari/tanggal: Sabtu-Minggu, 16-17 April 2016
Waktu: 08.00 – Selesai
Tempat: Gedung MWC NU Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan
Hubungi: Pipit : 085201206070 / Dewi : 0857743077196
Intermediate Training LPM Al-Mizan STAIN Pekalongan
Intermediate Training LPM Al-Mizan STAIN Pekalongan
 

Launching Majalah EKSPRESI Edisi XXVIII – Memburu Aliran Emas Biru

TOR Diskusi: Jalan Baru Pengelolaan Air
Pembicara kedua: Chabibullah, Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air

Minimnya pendanaan pemerintah memaksa PDAM terjun dalam dunia bisnis. Air dijadikan alat penghasil keuntungan dan semakin bias sebagai barang sosial.

Secara klimatis-geografis Indonesia adalah negara tropis dengan curah hujan tinggi serta negara maritim dengan jumlah pulau yang sangat banyak dan cenderung bergunung-gunung. Dengan demikian, jika didukung oleh keberadaan vegetasi yang mencukupi serta pengelolaan yang baik, cadangan air tanah akan sangat mencukupi bagi penduduknya. Oleh sebab itu, sangatlah ironis jika Indonesia dihadapkan dengan masalah krisis air. Namun, faktanya kini masyarakat semakin sulit untuk mendapatkan haknya menggunakan sumberdaya air secara memadai, baik secara kuantitas maupun kualitas. Terlebih, jika air dilihat sebagai barang ekonomi.

 

Meskipun air sebagai benda ekonomi adalah kenyataan sosial yang tidak dapat ditolak, namun tidak dapat dikesampingkan kedudukan air sebagai public good, dengan alasan i) orang membeli air olahan (treated water atau value added water) sebagai pilihan karena adanya daya beli; ii) dalam masyarakat yang tidak punya daya beli, memperlakukan air sebagai barang ekonomi dengan logika pasarnya akan menghalangi manusia untuk mendapatkan akses kepada air untuk keperluan dasar hidup. Cadangan air yang seharunya melimpah lalu digunakan untuk kemakmuran masyarakatnya menjadi nihil karena pengelolaan air hanya dikuasai dikuasai beberapa kelompok.

 

Untuk menganalisis terjadinya krisis air di Indonesia, dapat dirunut dari komponen alam maupun manusia sebagi pengguna sekaligus pengelolanya. Pertama, secara alami faktor klimatik, edafik maupun geografi Indonesia mendukung ketersediaan air tanah (air tawar). Akan tetapi, hal tersebut harus didukung oleh ketersediaan vegetasi sebagai komponen biotik yang mampu meningkatkan infiltrasi air hujan, membentuk siklus pendek hidrologi, dan mengendalikan aliran permukaan.

 

Sehingga air yang melimpah di musim penghujan tidak menyebabkan erosi maupun banjir tetapi tersimpan ke dalam tanah. Jadi, sewaktu-waktu air dapat tersedia lagi di permukaan melalui mata air serta dapat terpurifikasi dari pencemaran. Terjadinya pengurangan populasi maupun keragaman vegetasi seperti penggundulan hutan, alih guna lahan, monokulturisasi sektor kehutanan dan pertanian, jelas akan mengurangi pula cadangan air tanah.

 

Kedua, manusia merupakan komponen utama penyebab distorsi kuantitas dan kualitas sumber daya air. Terjadinya perubahan karakter alam yang membatasi kuantitas air tidak terlepas dari peran manusia sebagai penyebab utama. Demikian juga dengan penurunan kualitas air. Hal ini diperparah oleh peningkatan intensitas eksploitasi air untuk tujuan komersial, baik untuk pertanian, industri maupun konsumsi. Eksploitasi air tanah akan menyebabkan perubahan tata air di dalam tanah. Jika hal ini tidak dibatasi, akan terjadi krisis air secara simultan yang cenderung semakin tidak dapat terkontrol dan terpulihkan.

 

Kesimpulannya, faktor kunci pengendalian krisis air adalah manusia, baik pada tata guna maupun tata kelolanya. Kata kuncinya adalah kembalikan sumber daya air untuk kemaslahatan bersama bukan untuk sekelompok maupun segelintir manusia.

 

Mengingat masalah krisis air cenderung semakin meningkat wajib hukumnya untuk diatasi melalui gerakan revolutif, baik tata guna maupun tata kelolanya. Untuk Indonesia, pembatalan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 oleh Mahkamah Konstitusi merupakan energi luar biasa besar untuk mendorong terjadinya gerakan pemulihan kedaulatan air asalkan diikuti oleh diterbitkannya peraturan-peraturan maupun implementasinya yang sejalan. Karena MahkamahKonstitusi melihat UU SDA hanya melahirkan korporitisasi dalam pengelolaanya.

 

Korporatisasi yang terjadi di Indonesia perlu ditinjau ulang. Air tidak diposisikan sebagai barang sosial ketika Negara melakukan kerja-kerja pengelolaan air. Hal tersebut diungkapkan oleh Wijanto Hadipuro, dosen Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) saat dihubungi Sabtu (14/11). ”Dengan korporatisasi kita sedang mengubah hubungan kita dengan negara. Kalau kita membeli air dan negara bilang untung dan rugi, berarti hubungannya bukan lagi antar negara dan warganya, melainkan antara konsumen dan produsen,” ungkap Wijanto. Pria yang juga Ketua Peneliti Pusat Pengkajian dan Pengembangan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika ini menjelaskan, meski korporatisasi telah berlangsung sejak lama namun Negara melalui PDAM harus segera mengubah orientasinya dari profit ke layanan publik.

 

Hal tersebut membuat Negara menjalankan dengan aturan main bisnis, seperti adanya pertimbangan efisiensi, pemulihan biaya penuh (full cost recovery), dan biaya peluang (oportunity cost). Imbasnya, PDAM cenderung memandang air sebagai komoditas dan semakin menjauhi prioritas utama PDAM untuk pelayanan publik.

Dari setiap perhitungan biaya tersebut, perhitungan paling berbahaya terletak pada biaya peluang. Dengan memasukkan pertimbangan tersebut, PDAM bisa saja akan memandang bisnis air perpipaan tidak banyak menghasilkan laba. Kemudian, PDAM akan mencari usaha lain yang lebih menguntungkan seperti bergerak di bidang air minum dalam kemasan (AMDK). Bila dibandingkan, AMDK memang lebih menguntungkan jika orientasi PDAM benar-benar untuk profit. Harga AMDK 600 ml bisa sampai Rp1000 sedangkan air perpipaan Rp4000 per meter kubik atau Rp4 per 1 liter.

Belakangan, beberapa PDAM di berbagai daerah telah mengeluarkan produk AMDK-nya sendiri. Seperti PDAM Tirtawening Bandung dengan dua merek bernama WaterMed dan Hanaang. PDAM TBW Kota Sukabumi juga telah bekerja sama dengan Pesantren Al Fath Sukabumi untuk memroduksi AMDK bernama Addua. Di Sleman, PDAM Tirta Dharma juga telah mengeluarkan Evita dan Qannat. Saat ini belum diketahui secara pasti berapa jumlah PDAM yang telah memproduksi AMDK sendiri.

Air seharunya berada di tangan negara. Hal ini sejalan dengan konstitusi yang berlaku di Indonesia, baik melalui pasal 33 UUD 1945 maupun pasal 2 UU No.5 tahun 1960 tentang Pokok Agraria (UUPA). Dengan demikian, air yang berada di dalam wilayah Indonesia, tidak berada di dalam kekuasaan siapapun kecuali negara, dan rakyat dengan hak asasi yang dimilikinya mendapatkan jaminan berdasarkan konstitusi untuk memperoleh akses air bagi kebutuhan dasar dan penghidupan, seperti yang dijelaskan dalam Undang Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air Pasal 5 yang menyatakan bahwa Negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan pokok sehari-hari guna memenuhi kebutuhannya yang sehat, bersih dan produktif.

Diskusi Publik Senjakala Media Cetak

 

Dewasa ini, media cetak seperti sedang berjalan tertatih. Dampaknya, menerpa pada semua komponen yang bekerja di media berbasis cetak. Pertanyaanya adalah, apakah surat kabar dan media cetak lain sudah tiba pada akhir peradabannya?

Banyak faktor yang mendasari ramalan tamatnya media cetak, salah satunya adalah derasnya arus perkembangan teknologi di era yang serba konvergensi. Inilah yang pada akhirnya berdampak pada bisnis media, pengiklan pun mulai melirik media platform lain untuk jadi sasaran investasinya.

Hasilnya banyak nama-nama besar media cetak yang tutup usia. Seperti Majalah Fortune, Chip and Jeep yang merupakan anak usaha dari raksasa Kompas Gramedia. Juga beberapa nama surat kabar harian dan majalah mingguan lain tak terhintung jumlahnya kini telah gulung tikar dalam rentan waktu 2010 hingga 2016.

Acta Surya adalah Lembaga Pers Mahasiswa yang turut berkontribusi dalam pemberitaan dan penerbitannya masih menggunakan media konvensional; cetak. Dan dengan kekhawatiran ini, Acta Surya akan menghelat Diskusi Publik yang bertemakan ‘Senjakala Media Cetak’

Mari bersama berdiskusi, mengkritisi, dan mencari solusi.
Waktu : Selasa, 26 April 2016
Pukul : 14.00 – Selesai.
Tempat : Auditorium Stikosa-AWS
Pembicara :
• Zaenal Arifin Emka (Dosen Jurnalistik Stikosa-AWS)
• Budi Sugiharto (Kepala Biro Detik.com Surabaya)
• Perwakilan AJI (Aliansi Jurnalis Independen Surabaya)
• Wijayanto Wijaya (Pemimpin Redaksi Radar Surabaya)

Terbatas hanya untuk 100 audiens – Gratis

Comminfest 2016: The New Spirit of Local Wisdom

Globalisasi, kemajuan teknologi dan lemahnya semangat memiliki negeri ini cukup berpengaruh menggeser kearifan lokal. Ketakutan akan kehilangan identitas diri jelas menjadi keresahan bagi kita semua sebagai bangsa. Melalui Comminfest 2016, Artriwara yang menjadi salah satu mata lomba di dalamnya mencoba menggali lebih dalam isu-isu tersebut. Dengan tema “The New Spirit of Local Wisdom”, kami ingin mengajak mahasiswa untuk menuangkan ide dan aspirasinya mengenai kearifan lokal bangsa yang kini mulai terkikis akibat perubahan zaman.

PENDAFTARAN & BRIEF ARTRIWARA 2016 resmi dibuka hari ini. Segera daftarkan tim mu!

Informasi lebih lanjut klik www.fisip.uajy.ac.id/comminfest. Twitter: @Comminfest / @TERASPersUajy. CP: 085729917233 (Benedith Maria).

Artriwara

Merchandise

TETAP TERHUBUNG

2,525FansSuka
234PengikutMengikuti
1,161PengikutMengikuti

TERHANGAT

Data survei Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hasil pendapatan industri sedang dan besar di Yogyakarta adalah 17,5 Triliun dengan biaya produksi 7,720 Triliun. Sementara...

Lagi, demokrasi Indonesia ternodai setelah aksi pembubaran yang dilakukan oleh sekelompok ormas yang menamai dirinya dengan Pemuda Pancasila, terhadap pameran karya Andreas Iswinarto yang...

Ada 4 kesamaan saya dengan Ilham Nur Padmy Lestia Adi. Pertama adalah nama Ilham. Kedua tinggal di desa yang sama. Ketiga dia hobi naik...

Kebebasan pers, berekspresi, dan akademik, jadi tema tahunan dalam berbagai forum diskusi pers mahasiswa aras nasional. Pada kongres Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Desember...
Ilustrasi: Ade Kartika (Jogja Darurat Agraria)

Setiap pribadi memiliki harkat dan martabat yang sama sebagai manusia. Dalam pembukaan Deklarasi Universal Hak Asasi manusia (DUHAM) disebutkan, bahwa pengakuan atas martabat yang...